NGALOR-NGIDUL BEKASI: Bung Chairil, Kenapa Bukan Bekasi-Krawang? (Radar Bekasi, Kamis, 25 Maret 2010)


Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Bung Chairil, Kenapa Bukan Bekasi-Krawang? (Radar Bekasi, Kamis, 25 Maret 2010)”

NGALOR-NGIDUL BEKASI: Gagasan Ahistoris Kota Pancasila Kandas (Radar Bekasi, Senin, 22 Maret 2010)

Kolaborasi sistemis Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad bersama Ketua Umum Karang Taruna Nasional Dody Susanto untuk mengganti julukan Kota Bekasi dari Kota Patriot menjadi Kota Pancasila, tampaknya bakal kandas. Setelah digempur berbagai komponen kaum patriot, akhirnya Mochtar menyatakan tidak akan mengganti julukan Kota Patriot menjadi Kota Pancasila.
Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Gagasan Ahistoris Kota Pancasila Kandas (Radar Bekasi, Senin, 22 Maret 2010)”

Wali Kota Didesak Minta Maaf (Radar Bekasi, Jumat, 19 Maret 2010)

BEKASI SELATAN-Meski Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad sudah mengklarifikasi terkait wacananya untuk mengganti Kota Patriot menjadi Kota Pancasila, penolakan dan kecaman terus berdatangan. Pasalnya, Mochtar Mohamad sampai saat ini belum menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kota Bekasi.
Lanjutkan membaca “Wali Kota Didesak Minta Maaf (Radar Bekasi, Jumat, 19 Maret 2010)”

NGALOR-NGIDUL BEKASI: Pelopor Sekolah Berdiary Pancasila (Radar Bekasi, Kamis, 18 Maret 2010)

Melalui harian Pikiran Rakyat edisi Senin, 15 Maret 2010, Asisten Sekretaris II Kota Bekasi Zaki Oetomo membantah keras kritikan saya terhadap pernyataan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad yang akan mengganti julukan Kota Bekasi dari Kota Patriot menjadi Kota Pancasila. Zaki menganggap saya terlampau reaktif tanpa mengkaji lebih dalam pernyataan wali kota.
Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Pelopor Sekolah Berdiary Pancasila (Radar Bekasi, Kamis, 18 Maret 2010)”

Ganti Julukan, Bekasi Rentan Gejolak (Radar Bekasi, Rabu, 17 Maret 2010)

BEKASI-bergulirnya wacana perubahan lambang Kota Bekasi sebagai Kota Patriot menjadi Kota Pancasila, melahirkan banyak pertentangan di kalangan elite dan masyarakat Kota Bekasi. Bahkan, banyak yang menganggap kalau Pemkot Bekasi ahistoris terhadap nilai-nilai perjuangan dan kebudayaan masyarakat asli Kota Bekasi.
Lanjutkan membaca “Ganti Julukan, Bekasi Rentan Gejolak (Radar Bekasi, Rabu, 17 Maret 2010)”

Pro-kontra Wacana Kota Pancasila (Pikiran Rakyat, Senin, 15 Maret 2010)

Akan Jadi Program Nasional dan Pertama di Indonesia
Pro-kontra Wacana Kota Pancasila

BUKAN Mokhtar Mohamad namanya, kalau tidak membuat gagasan kontroversial sehingga mengundang wacana. Kali ini, dalam rangkaian acara HUT Kota Bekasi ke-13, “Sang Wali Kota” melontarkan gagasan, mengganti julukan kota Bekasi dari kota patriot menjadi kota Pancasila. Sontak, idenya memancing riak perdebatan. Sebagian menilai akan menghilangkan aspek kesejarahan Bekasi dan menurunkan derajat Pancasila sebagai dasar Negara. Namun, ada juga yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan satu terobosan brilian.
Lanjutkan membaca “Pro-kontra Wacana Kota Pancasila (Pikiran Rakyat, Senin, 15 Maret 2010)”

NGALOR-NGIDUL BEKASI: Pengkhianat Patriot (Radar Bekasi, Senin, 15 Maret 2010)

Tulisan saya berjudul “Endonan, Pejuang dan Pengkhianat,” di “Ngalor-ngidul Bekasi” surat kabar Radar Bekasi edisi 4 Maret lalu, dikritik seorang teman. Kata dia, saya tidak memberi contoh siapa saja orang-orang yang pernah menjadi penghianat Bekasi. Ada pula yang bertanya, apakah semua orang yang berperan dalam sejarah perang kemerdekaan 1945-1949 di Bekasi bisa disebut patriot? Apakah tidak ada penghianatnya?
Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Pengkhianat Patriot (Radar Bekasi, Senin, 15 Maret 2010)”

NGALOR-NGIDUL BEKASI: Bekasi Kota Pancasila? (Radar Bekasi, Jumat, 12 Maret 2010)

Pada hari ulang tahun Kota Bekasi yang ke-13, 10 Maret 2010, saya kaget alang kepalang. Kaget, karena Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad bergerak amat cepat secepat kilat memproklamirkan niat, gagasan, dan ambisinya untuk mengganti julukan Kota Bekasi sebagai Kota Patriot menjadi Kota Pancasila.
Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Bekasi Kota Pancasila? (Radar Bekasi, Jumat, 12 Maret 2010)”

NGALOR-NGIDUL BEKASI: Berebut Julukan Kota Patriot (Radar Bekasi, Rabu, 12 Maret 2010)

Setiap kali memandangi lambang Kota Bekasi, saya selalu teringat masa-masa menjadi salah seorang juri sayembara lambang Kota Bekasi pada 1997. Salah satu pembahasan yang dilakukan juri adalah mengenai julukan dan sesanti Kota Bekasi. Berbagai usulan meluncur, mulai Kota Iman, Kota Ihsan, Kota Perjuangan, hingga Kota Patriot. Setelah melalui perdebatan yang tidak terlalu panjang, tim juri yang diketuai Paray Said itu akhirnya sepakat memakai “Kota Patriot”. Lanjutkan membaca “NGALOR-NGIDUL BEKASI: Berebut Julukan Kota Patriot (Radar Bekasi, Rabu, 12 Maret 2010)”