NGALOR-NGIDUL BEKASI: Marsin Tambayong, Manado atau Babelan? (Radar Bekasi, Kamis, 1 April 2010)

Laga lanjutan kompetisi Grup I Liga Joss antara Persatuan Sepak Bola Indonesia Patriot Kota Bekasi (Persipasi) melawan Persatuan Sepak Bola Bireun (PSSB) pada 1 Maret lalu berakhir dengan kemenangan Persipasi 7-2. Saat menyaksikan pertandingan yang membanggakan di Stadion Patriot Kota Bekasi itu, saya melihat dua wajah yang pernah diagung-agungkan pencinta sepak bola Bekasi era 1980-an, yakni Warta Kusumah dan Marsin Tambayong.

Kini Warta sebagai ketua pelatih, adapun Marsin pelatih kiper. Tiga puluh tahun lalu, ketika keduanya berusia belasan tahun, mereka menjadi pemain Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bekasi (Persikasi) yang amat terkenal. Melalui mereka dan kawan-kawannyalah Persikasi menjadi juara umum Suratin Cup beberapa kali. Pada ngalor-ngidul kali ini, saya ingin fokus membahas Marsin, Warta akan saya bahas dalam kesempatan lain.

Menjelang babak kedua, saya yang sedang ngobrol dengan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, langsung menyalami Marsin. Tak ketinggalan, saya perkenalkan Marsin kepada Mochtar. “Marsin,” kata Marsin memperkenalkan diri. “Nama lengkapnya Marsin Tambayong,” kata saya menambahkan.

“Tambayong? Asal Manado?,” tanya Mochtar, putra kelahiran Gorontalo. Marsin langsung melakukan klarifikasi. “Bukan, Pak, saya asli Babelan, Bekasi tulen,” ujar Marsin meyakinkan dengan senyum lebar. “Pantas hitam manis. Biasanya orang manado berkulit putih,” Mochtar menambahkan. Marsin mohon diri untuk duduk di barisan pelatih.

Saya ceritakan sedikit asal-usul tambahan nama Tambayong itu kepada Mochtar. Kisah ini pun bersumber dari pengungkapan Marsin kepada saya tiga tahun lalu. Draf biografi Marsin sudah rampung, akan saya terbitkan dalam bentuk buku saku untuk konsumsi anak-anak dan remaja. Kini tinggal menunggu donatur.

Bermula pada 1980-an, tatkala Bekasi yang masuk tim Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) B mendapat kehormatan mengikuti laga usia 17 tahun Lion City Cup pada 24 Agustus-6 September di Singapura. Menjelang keberangkatan ke Singapura, seorang pelatihnya, Sepnap Surapati, menanyakan nama lengkap Marsin.

Pria pasangan Banjar bin Udih dan Masih bin Diman kelahiran Babelan pada 4 Juli 1965 itu menerangkan kalau dirinya tidak punya nama panjang selain “Marsin.” Karena Sepnap meminta ditambahkan nama kepanjangan, maka Marsin mencoba mencari-cari.

Marsin membuat daftar calon nama tambahannya, mulai Sony, Simatupang, sampai Tambayong. Sony tidak cocok tanpa alasan, Simatupang tidak cocok karena marga dari Batak. Akhirya jatuh pada Tambayong, kebetulan dia mengetahui ada pemain sepak bola Tunas Inti dan Galatama bernama Marseli Tambayong.

Sejak saat itu nama lengkap Marsin pada semua identitasnya menjadi Marsin Tambayong. “Di bibir dan di hati, cocok. Tapi saya nggak tahu kalau Tambayong itu nama gelar di Manado,” kata Marsin sambil meminta maaf atas penggunaan nama itu. Selepas berlaga di Lion City Cup Singapura, Marsin menjadi kiper DPD KNPI Jawa Barat, Suratin Cup, Bridgestone, Porda IV Jawa Barat, hingga Warna Agung.

Saking kagum terhadap Marsin Tambayong, sampai-sampai saya menyempatkan diri mencari pemberitaan di media massa saat itu. Dari bagian dokumentasi Kompas di Jalan Palmerah Selatan, saya mendapatkan pemberitaan Kompas pada 23 April 1984 tentang kemenangan Persikasi terhadap Persiter Ternate dalam final Suratin Cup di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 22 April 1984.

Di Stadion Diponegoro, Semarang, itu Persikasi unggul 3-1. Persikasi diperkuat oleh Marsin Tambayong, KGS Ahmad SA, Ade Ardiansyah, Agus S Nusbi, Makmun, Sukandi, Abdul Choir, Atmadi, Ari Kusuma, dan Hasudungan. Sebenarnya Persikasi amat kewalahan mengimbangi permainan keras dan lugas Ternate, namun lebih banyak gagalnya begitu berhadapan dengan Marsin. Sampai-sampai wartawan Kompas dalam laporannya mengatakan, “Hanya karena permainan gemilang Marsin Tambayong, Bekasi terhindar dari kekalahan”.

Kepada Wali Kota Mochtar Mohamad, saya menyampaikan harapan semoga keberadaan Marsin Tambayong dan Warta Kusuma di jajaran pelatih Persipasi, akan membawa kejayaan persepakbolaan Bekasi. Usai pertandingan, saya meminta Marsin Tambayong berfoto berdua di pinggir lapangan. Keduanya sepakat, nampang bareng dengan wajah cerah dan senyum tersungging.

Ali Anwar, Sejarawan Bekasi
alianwar65@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: