Ganti Julukan, Bekasi Rentan Gejolak (Radar Bekasi, Rabu, 17 Maret 2010)

BEKASI-bergulirnya wacana perubahan lambang Kota Bekasi sebagai Kota Patriot menjadi Kota Pancasila, melahirkan banyak pertentangan di kalangan elite dan masyarakat Kota Bekasi. Bahkan, banyak yang menganggap kalau Pemkot Bekasi ahistoris terhadap nilai-nilai perjuangan dan kebudayaan masyarakat asli Kota Bekasi.

Sejarawan Kota Bekasi, Ali Anwar, menyampaikan dengan adanya niat baik orang nomor satu di Kota Bekasi yang akan merubah Kota Patriot menjadi Kota Pancasila sama saja menghilangkan sejarah asli Kota Bekasi. “Kota Patriot ini juga adalah hasil dari sebuah sayembara pada 1997 yang saat itu saya ada di dalamnya sebagai dewan juri,” terangnya kepada Radar Bekasi.

Terkair julukan Kota Pancasila bagi Kota Bekasi, Ali Anwar juga menjelaskan, tidak ada nilai historis kedaerahan yang kuat terhadap julukan itu. Apabila Patriot digantikan dengan Pancasila sepertinya sangat melebar jauh dari pemaknaan sejarah dan kultur Bekasi.

Menurutnya, yang lebih berhak terhadap julukan Pancasila adalah Jakarta atau Ende, Nusa Tenggara Timur. “Kenapa demikian, karena di daerah tersebutlah Bung Karno menggagas konsep Pancasila,” jelasnya.

Bahkan, Ali Anwar menegaskan, kalau pemerintah jangan mencoba merubah sesanti yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi yang digoreskan para founding fathers. “Jadi Pemerintah Kota Bekasi jangan ahistoris. Dan kalau benar ingin merubahnya, langkahi dulu ‘mayat’ para pejuang Kota Bekasi,” ungkapnya tegas.

Terpisah, Ketua Umum BKM Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan tidaklah mudah dalam mengganti sebuah sesanti atau julukan Kota Bekasi. Bahkan dia menuturkan, masyarakat Kota Bekasi akan menolak secara keras perubahan itu. “Lihat saja, kalau memang benar diganti pasi ada gejolak. Semua punya sisi sejarah, termasuk Kota Bekasi. Dan Kota Patriot adalah hasil dari rentetan sejarah di dalamnya,” papar pria yang biasa dipanggil Pepen yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi.

Dikatakan Pepen, Kota Bwkasi sebagai Kota Patriot tidak akan mengurangi kepemahaman masyarakat tentang ideologi Pancasila. “bahkan bisa jadi masyarakat Kota Bekasi lebih Pancasilais dari daerah lain. Buktinya, masyarakat Kota Bekasi bisa lebih memahami tentang keberagaman yang ada di sekitarnya,” protesnya.

Sementara, Ketua Karang taruna Kota Bekasi, Nasrullah kepada Radar Bekasi mengatakan, secara bulat Karang Taruna Kota Bekasi bersama dengan stake holder yang ada bangga dengan keluhuran Kota Bekasi sebagai Kota Patriot. “Intervensi Ketua Karang taruna Pusat, Dody Susanto mengenai konsep Kota Bekasi sebagai Kota Pancasila tidak akan sedikitpun menggoyahkan keyakinan kami untuk mengawal dengan sungguh-sungguh Kota Bekasi sebagai Kota Patriot,” paparnya.

Lebih lanjut kata dia, bypass yang dilakukan Ketua Karang taruna Pusat kepada Wali Kota bekasi, Mochtar Mohamad mengenai idenya merubah Kota Patriot menjadi Kota Pancasila merupakan pelanggaran konstitusi di tubub Karang Taruna itu sendiri. Idealnya, kata dia, Karang Taruna Pusat jika ingin masuk atau memberikan ide harus berkoordinasi dengan daerah. “Harus melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada Ketua Karang Taruna di daerah tersebut, tidak lantas melewati kami,” ketusnya kesal dengan pernyataan Ketua Karang Taruna Pusat Dody Susanto yang akan mengerahkan 600.000 siswa sekolah untuk mendukung peresmian Kota Bekasi sebagai Kota Pancasila yang dilansir di situs MPR. (cr33/col)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: