Penghargaan untuk Seniman, Budayawan, dan Sejarawan Kota Bekasi

Penghargaan untuk Seniman, Budayawan, dan Sejarawan Kota Bekasi

BEKASI—Sebanyak 20 orang seniman, budayawan, sejarawan, dan pelaku sejarah memperoleh penghargaan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kepariwisataan Pemerintantah Kota Bekasi di Gedung Patriot, Kota Bekasi, Kamis (6/8/2009).

Penghargaan diberikan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad. Para penerima penghargaan dinilai telah berjasa dalam pembangunan daerah, terutama di bidang seni, budaya, dan sejarah. Penghargaan diantaranya diberikan kepada Abdul Fatah, mantan Bupati Bekasi periode 1973-1983.

Selain melakukan pembinaan terhadap seni, budaya, dan sejarah Bekasi, fatah juga dianggap sukses membangun Bekasi, diantaranya membangun pusat pemerintahan berikut fasilitas penunjangnya di Jalan Ahmad Yani, Gelanggang Olahraga, dan Universitas Islam ’45 (Unisma).

Almarhum Moh. Husein Kamaly, dikenal sebagai pejuang angkatan ’45, ketua DPRD tahun 1950-an, penghimpun dan penulis sejarah dan budaya. Ali Anwar, sejarawan Bekasi, penulis Sejarah Bekasi Sejak Tarumanagara sampai Orde Baru. Alumnus Jurusan Sejarah Fakultas Sastra (Ilmu Budaya) Universitas Indonesia yang kini sebagai jurnalis Koran Tempo, ini juga menulis buku Biografi KH Noer Ali, Bekasi Dibom Sekutu, dan Konflik Sampah Kota.

Naman Sanjaya, tokoh seni wayang kulit yang pernah menerima penghargaan sebagai dalang wayang dari Pemerintah Jawa Barat, pada 1991. Dan Edy Badeng, pegiat dan pelestari seni tari topeng.

Untuk kategori bahasa dan sastra, ada Guntur Elmogas, tokoh seni bahasa dan sastra Bekasi. Rosmawati, tokoh seni tari, Deden S. Cahyana (pendidik), Anis Shofwan (seni teater), Aam Ramli (seni musik), dan Sofyan Suhada (seni rupa).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kepariwisataan Kota Bekasi Alexander Zulkarnain, mengatakan penghargaan ini merupakan wujud dan rasa syukur dan terimakasih masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi atas semua jasa-jasa yang telah dilakukan para seniman, budayawan, sejarawan dan pelaku sejarah.

Pemberian penghargaan ini juga, kata Aexander, “Untuk memberikan semangat dan motivasi kepada pelaku maupun yang lain agar terus berkreasi dan berkarya”.

Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan, penghargaan untuk memberikan motivasi kepada paras seniman, budayawan, dan sejarawan. “Jadi, ini untuk memberi semangat dan motivasi,” kata Mochtar dalam sambutannya.

Menurut Mochtar, melalui pemikiran dan karya merekalah, pertumbuhan dan perkembangan budaya luar tidak menghambat berkembangnya budaya lokal. “Budaya lokal harus tumbuh,” ujarnya. Dia juga berjanji akan memajukan sejarah dan seni budaya bekasi.

Ali Anwar

3 Tanggapan

  1. Berita gw dikit banget. Tapi ga papa. Ini baru awal untuk kita bersinergi majuin kota Bekasi sesuai kapasitas masing-masing. Gen x mulai merambah pos masing-masing. Menjadi jelas siapa yang konsern dan konsisten membangun nama baik tanah kelahiran. Lanjutkan! He-he…

  2. Bicara Bekasi dan sejarah Bekasi tentunya haruslah obyektif dan harus lepas dari berbagai kepentingan niscaya apa yang didapat oleh kita-kita orang adalah murni sebuah sejarah……

  3. Semoga Bekasi tetap Jaya…. maju terus Bekasi-ku….. generasimu mulai jeli melihat keadaan tentunya semua ini tak’ lepas dari para pendahulu….. Maju trusss bang Anwar, gali terus sejarah Bekasi terlepas dari kontek dan sudut serta kepentingan apapun……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: