Ikatan Remaja Toegoe Peduli Tugu Perjuangan

Sekitar 20 orang remaja dari Ikatan Remaja Toegoe (Iretoe) membersihan dan mengecat Tugu Perjuangan yang terletak di Kampung Tugu, Jalan KH Agus salim, Bekasi Jaya, bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu, 10 Agustus 2008, pagi. Ada yang mengecat pada bagian badan dengan warna putih, ada pula yang warna hitam. Sedangkan yang di puncak tugu setinggi 2,5 meter itu ada yang mengetak pecahan senjata masa perang kemerdekaan dengan warna emas.

Sebagian lagi meminta sumbangan menggunakan kardus minuman air kemasan. Para pengguna jalan yang setiap hari melintasi tugu ini banyak yang simpatik dan memberikan uang. Salah seorang remaja Remaja Tugu, Nur Ali, mengatakan ini sebagai wujud kepedulian dan kecintaan generasi muda terhadap hasil karya dan perjuangan orang tua mereka. “Kami peduli, salah satunya ini yang kami lakukan,” kata Ali.

Menurut rencana, pada Sabtu malam, 23 Agustus 2008,mereka akan menggelar aneka hiburan di sana. “Malam itu (23 Agustus) jalan ditutup, karena kami akan membuat panggung dengan latar belakang tugu ini,” ujar Ali. Untuk itu Ali meminta kepadaku untuk mencarikan foto-foto pahlawan atau pejuang yang berhubungan dengan tugu. Aku menyanggupi, termasuk memberi beberapa buku karyaku Bekasi Dibom Sekutu. “Nanti kami akan datang ke rumah Abang,” katanya.

Di tengah semangat perjuangan, ternyata mereka mengeluh. Karena para tokoh Iretoe tidak memberikan bantuan kepada mereka. “Kami seakan dilepas begitu saja,” kata Ali. Bahkan saat Akhmad Zurfaih yang orang tugu dan pendiri Iretoe tidak memberikan apa-apa untuk mereka. “Mereka malah bertanya, emangnya masih ada Iretoe?”.

Aku ajukan saran, bikin satu tim entah seni atau olahraga yang kuat. Setelah namanya melambung, baru bikin kegiatan lain. Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Islam (Yakpi) yang terletak di Tugu, siap membantu anak-anak Iretoe dalam bentuk fasilitas, seperti lapangan untuk olah raga, kelas-kelas untuk rapat Iretoe. “Bahkan kalau ada yang mau menikah, silakan pakai lahan Yakpi,” kataku.

Untuk menyambungkan antara Iretoe dengan Yakpi, Yakpi telah meminta Ipung untuk masuk dalam kepengurusan Yakpi di bidang kepemudaan. “Kalau ada apa-apa yang berhubungan dengan kepemudaan, olah raga, seni, silakan hubungi Ipung”. Kebetulan Ketua Dewan Pengurus Yakpi adalah Khairul Fuad, anak Haji Maja yang tinggalnya di Gang Plebisit, dekat tugu. “Dia anak pintar, orang sekolahan, sehingga diharapkan bisa ditualri anak-anak sekarang”.

Satu Tanggapan

  1. dengan datangnya bang ali anwar kami sadar akan kemajuan kota bekasi khususnya kampung tugu bekasi,,,terima kasih banyak bang atas semua sumbangsihnya baik moril maupun materil,walapun yg d’atas enga pernah ngelongok kita2,,tapi kita tetap semangat dan maju terus tuk melestarikan kampung tugu khususnya monumen tugu yang d’bedakin hanya setahun sekali……sekali lagi terima kasih banyak buat abang2 iretoe yg telah memberikan bantuannya………………..IRETOE NEVER DIE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: