Horee…, Kereta Api “Hidup” Lagi di Aceh

Dalam perjalanan darat menggunakan bus Pelangi dari Langsa, Kota Langsa, menuju Banda Aceh, pada Rabu, 2 Juli 2008, saya menyaksikan betapa aceh “hidup” kembali paska tsnuami 26 Desember 2004. Jalan raya Medan-banda Aceh tetap mulus—kecuali sebagian di gunung Seulawah–, lahan di tepi jalan mulai dibangun rumah dan kebanyakan kedai dan ruko perdinding batu bata, sehingga pemandangan persawahan mulai tertutup pembangunan.

Mesji-mesjid indah dan megah yang pada 10 tahun lalu baru fondasi, kini nyaris selesai. Terminal Lhokseumawe di Cunda yang pada 2004 sepi, rusak, dan kotor, kini tertata rapih dan bersih. Pasar batuphat kian dipadati pedagang dan pembeli. Mesjid Arun tetap indah seperti saat aku kerja di sana pada 1993-1995 dan liputan selingan untuk Tempo pada September 2004. yang kelihatan merana PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Aceh Asean Fertilizer (AAF).

Ada yang baru, unik dan menarik. Di depan PIM aku menyaksikan ada rel kereta api yang baru dibangun. Tampaknya menggunakan rel lama, karena dulu aku pernah melihat sisa-sisa rel antara Batuphat-PIM, namun banyak yang relnya telah dijarah. Tampanmya, rel itu baru dibangun dan belum difungsikan, karena baik rel, bantalan, dan kerikilnya masioh baru, juga belum tersambung antara pintu gerbang kiri dengan kanan PIM. Sehingga kelihatannya jadi lucu: para pengguna jalan melintas di jalan gerbang, yang kiri-kanannya ada rel yang belum tersambung.

Tampaknya pemerintah serius “Menghidupkan” rel kereta api Aceh. Sejak dicanangkan Presiden BJ Habibie pada 1999, pemerintah SBY, terutama paska tsunami bergerak cepat. Dirjen Perkretaapian Dephub, Wendy Aritenang Yazid mengatakan kereta api rel diesel Indonesia (KRDI) diluncurkan Agustus.

Kereta untuk Aceh Diluncurkan Agustus

Selasa, 22 Juli 2008 | 17:59 WB

TEMPO Interaktif, Madiun:Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Wendy Aritenang Yazid, mengatakan kereta api baru jenis Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) segera akan diluncurkan di Aceh.

“Kita akan luncurkan awal Agustus mendatang,” katanya saat meninjau persiapan terakhir di PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA), Selasa (22/7).

Ia mengatakan angkutan darat baru di Aceh ini sebanyak satu unit terdiri dari empat gerbong sedang dan digerakkan dengan sistem transmisi hidrolik dengan mesin yang diimpor dari luar negeri.

Untuk pengoperasiannya, saat ini telah dibangun rel kereta api sepanjang 20 kilometer, di mana 5 kilometer lagi dikerjakan pada 2008. “Kereta ini melayani jalur pendek antarkota,” ujarnya.

Wendy menambahkan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan perkeretaapian di luar Jawa, seperti di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. “Kita ingin menghidupkan kereta di luar Jawa,” ujarnya. Alasannya, kereta dapat mengangkut banyak penumpang, ekonomis dan ramah lingkungan.

Menurut dia, anggaran untuk menghidupkan kembali perkeretapian di luar Jawa berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Juga harus ada sharing dari pemerintah daerah setempat,” tambahnya.

Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko mengatakan kereta untuk Aceh telah memasuki tahap finishing. “Kami kirim ke Aceh akhir Juli ini atau awal Agustus ini,” terangnya.

DINI MAWUNTYAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: